Home / Berita / Perajin Batik Trusmi Kembali Cetak Rekor MURI

Perajin Batik Trusmi Kembali Cetak Rekor MURI

grosirbatiktrusmicirebonJika biasanya stempel batik yang biasa digunakan dalam membuat batik cap hanya berukuran sekitar 20 sentimeter x 15 sentimeter, tidak demikian dengan stempel batik yang dimiliki Pusat Grosir Batik Trusmi, Cirebon.

Stempel batik tersebut berukuran raksasa, yakni sekitar 2 meter x 1,5 meter. Alhasil, stempel batik raksasa itu berhasil mencetak rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).

Pemilik Pusat Grosir Batik Trusmi, Ibnu Riyanto mengatakan, ia sengaja membuat stempel batik raksasa sebagai bentuk kecintaan terhadap batik.

Stempel batik raksasa itu, katanya, dibuat dalam kurun 2,5 bulan oleh sekitar 20 orang perajin stempel batik di Cirebon.

“Bahannya dari besi dan tembaga. Beratnya ada sekitar 200 kilogram,” kata Ibnu di showroom batiknya, kawasan Trusmi, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon, Rabu (1/10).

Menurut Ibnu, semula ia berkeinginan membuat canting raksasa. Namun karena canting raksasa sebelumnya sudah ada dan berhasil mencetak rekor MURI, kemudian ia memutuskan membuat stempelbatik raksasa.

“Kebetulan stempel batik raksasa belum ada,” ujarnya.

Ibnu pun kemudian memutuskan membuat stempel batik dengan motif mega mendung. Ia sengaja memilih motif mega mendung, karena motifbatik itu merupakan khas Cirebon.

Selain itu, motif mega mendung juga cenderung lebih mudah dibuatkan stempelnya ketimbang motif lain yang rumit.

Kemarin sore, stempel batik raksasa itu pun dipamerkan ke masyarakatCirebon melalui karnaval. Stempel batik tersebut dipajang di atas truk dengan hiasan kain batik bermotif mega mendung.

Stempel itu dibawa mengelilingi Jalan Cipto Mangunkusumo, Jalan Kartini, dan Jalan Siliwangi.

“Kebetulan Pak Wali Kota mendukung. Ini juga sekalian HUT KotaCirebon yang jatuh 1 Muharram nanti, sehingga diadakan karnaval batik. Kebetulan juga 2 Oktober sebagai Hari Batik Nasional,” kata Ibnu.

Selain stempel batik raksasa, ratusan motif batik juga diikutkan dalam karnaval. Motif batik tersebut dikenakan dalam pakaian dan kain yang dikenakan para model. Tidak ketinggalan, ragam seni pertunjukan juga turut memeriahkan karnaval.

Setelah diarak keliling kota, rencananya stempel batik raksasa itu akan dipajang di show room Pusat Grosir Batik Trusmi. Stempel batikraksasa, itu akan dijadikan ikon show room tersebut.

Menurut Ibnu, sudah seyogyanya bangsa Indonesia bangga punya batik. Karena itu, 2 Oktober dijadikan sebagai Hari Batik Nasional pun merupakan upaya agar batik terus berada di hati masyarakat Indonesia.

“Tapi tentu saja kecintaan terhadap batik bukan sekadar memeringati hari batik semata,” kata pria yang pernah tercatat Rekor MURI sebagai pengusaha batik termuda dengan usaha batik terbesar. (*))

JIKA biasanya stempel batik yang biasa digunakan dalam membuat batik cap hanya berukuran sekitar 20 sentimeter x 15 sentimeter, tidak demikian dengan stempel batik yang dimiliki Pusat Grosir Batik Trusmi, Cirebon.

Stempel batik tersebut berukuran raksasa, yakni sekitar 2 meter x 1,5 meter. Alhasil, stempel batik raksasa itu berhasil mencetak rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).

Pemilik Pusat Grosir Batik Trusmi, Ibnu Riyanto mengatakan, ia sengaja membuat stempel batik raksasa sebagai bentuk kecintaan terhadap batik.

Stempel batik raksasa itu, katanya, dibuat dalam kurun 2,5 bulan oleh sekitar 20 orang perajin stempel batik di Cirebon.

“Bahannya dari besi dan tembaga. Beratnya ada sekitar 200 kilogram,” kata Ibnu di showroom batiknya, kawasan Trusmi, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon, Rabu (1/10).

Menurut Ibnu, semula ia berkeinginan membuat canting raksasa. Namun karena canting raksasa sebelumnya sudah ada dan berhasil mencetak rekor MURI, kemudian ia memutuskan membuat stempelbatik raksasa.

“Kebetulan stempel batik raksasa belum ada,” ujarnya.

Ibnu pun kemudian memutuskan membuat stempel batik dengan motif mega mendung. Ia sengaja memilih motif mega mendung, karena motifbatik itu merupakan khas Cirebon.

Selain itu, motif mega mendung juga cenderung lebih mudah dibuatkan stempelnya ketimbang motif lain yang rumit.

Kemarin sore, stempel batik raksasa itu pun dipamerkan ke masyarakatCirebon melalui karnaval. Stempel batik tersebut dipajang di atas truk dengan hiasan kain batik bermotif mega mendung.

Stempel itu dibawa mengelilingi Jalan Cipto Mangunkusumo, Jalan Kartini, dan Jalan Siliwangi.

“Kebetulan Pak Wali Kota mendukung. Ini juga sekalian HUT KotaCirebon yang jatuh 1 Muharram nanti, sehingga diadakan karnaval batik. Kebetulan juga 2 Oktober sebagai Hari Batik Nasional,” kata Ibnu.

Selain stempel batik raksasa, ratusan motif batik juga diikutkan dalam karnaval. Motif batik tersebut dikenakan dalam pakaian dan kain yang dikenakan para model. Tidak ketinggalan, ragam seni pertunjukan juga turut memeriahkan karnaval.

Setelah diarak keliling kota, rencananya stempel batik raksasa itu akan dipajang di show room Pusat Grosir Batik Trusmi. Stempel batikraksasa, itu akan dijadikan ikon show room tersebut.

Menurut Ibnu, sudah seyogyanya bangsa Indonesia bangga punya batik. Karena itu, 2 Oktober dijadikan sebagai Hari Batik Nasional pun merupakan upaya agar batik terus berada di hati masyarakat Indonesia.

“Tapi tentu saja kecintaan terhadap batik bukan sekadar memeringati hari batik semata,” kata pria yang pernah tercatat Rekor MURI sebagai pengusaha batik termuda dengan usaha batik terbesar. (*))

Sumber : TRIBUN NEWS

About rentalmobilcirebon.com

Check Also

Selama Masa Mudik 2015, Tarif Tol Cipali Lebih Murah 25%

PT Lintas Marga Sedaya (LMS) akan memberikan diskon tarif yang berlaku pada ruas jalan tol ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *